Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Energi Sumber Daya Mineral

POTENSI ENERGI SURYA UNTUK DAERAH PEDESAAN: PELUANG BESAR BAGI KABUPATEN BULELENG

Admin disnakertransesdm | 13 Juni 2026 | 56 kali


Energi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan penggunaan energi yang ramah lingkungan, pemanfaatan energi surya menjadi salah satu solusi yang paling menjanjikan, khususnya bagi wilayah pedesaan. Kabupaten Buleleng, yang memiliki wilayah luas dan intensitas penyinaran matahari yang tinggi sepanjang tahun, memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber energi masa depan.

Indonesia sebagai negara tropis mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Energi surya merupakan sumber energi terbarukan yang bersih, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca, serta dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat melalui teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Beberapa keunggulan energi surya antara lain ramah lingkungan dan berkelanjutan, dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan biaya listrik dalam jangka panjang, dapat diterapkan pada skala rumah tangga maupun fasilitas publik, serta cocok untuk daerah yang jauh dari pusat jaringan listrik.

Bali memiliki potensi energi surya yang sangat besar. Berdasarkan kajian yang digunakan Pemerintah Provinsi Bali dan Institute for Essential Services Reform (IESR), potensi energi surya Bali diperkirakan mencapai sekitar 22 GW, namun pemanfaatannya saat ini masih sangat kecil dibandingkan potensi yang tersedia. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah yang sangat prospektif karena memiliki wilayah yang luas dengan banyak area terbuka, intensitas penyinaran matahari relatif tinggi sepanjang tahun, banyak desa yang dapat memanfaatkan PLTS untuk fasilitas umum, pertanian, perikanan, dan usaha mikro, serta memiliki garis pantai yang panjang serta kawasan pedesaan yang membutuhkan solusi energi berkelanjutan. Keseriusan pengembangan energi surya di Buleleng terlihat dari ditetapkannya Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, sebagai salah satu lokasi percontohan desa berbasis energi terbarukan di Bali melalui pemasangan PLTS atap yang diresmikan pada tahun 2025.

Manfaat Energi Surya bagi Desa di Buleleng antara lain pertama: mendukung pelayanan publik desa (PLTS dapat dipasang pada kantor desa, balai banjar, puskesmas pembantu, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya. Penggunaan listrik dari energi surya dapat mengurangi biaya operasional desa dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat); kedua: mendukung sektor pertanian (Buleleng memiliki sektor pertanian yang kuat, mulai dari hortikultura, perkebunan hingga tanaman pangan. Energi surya dapat dimanfaatkan untuk pompa irigasi tenaga surya, sistem penyiraman otomatis, pengering hasil pertanian, serta penyimpanan hasil panen dengan pendingin bertenaga surya. Dengan demikian, biaya produksi petani dapat ditekan dan produktivitas meningkat); ketiga: mendukung sektor perikanan (wilayah pesisir Buleleng memiliki potensi perikanan yang besar. Energi surya dapat digunakan untuk mesin pembuat es, cold storage skala kecil, penerangan pelabuhan dan kelompok nelayan, serta sistem aerasi pada budidaya ikan). keempat: mendorong ekonomi desa (ketersediaan energi yang lebih murah dan stabil dapat membantu berkembangnya UMKM desa seperti industri pengolahan hasil pertanian, kerajinan rumah tangga, warung dan usaha perdagangan, serta usaha wisata desa).

Walaupun memiliki potensi besar, pengembangan energi surya masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain investasi awal pemasangan PLTS yang relatif tinggi, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai teknologi energi surya, kebutuhan tenaga teknis untuk pemasangan dan pemeliharaan, serta perlunya dukungan pembiayaan dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat agar pemanfaatan energi surya dapat berkembang lebih cepat.

Ke depan, Kabupaten Buleleng dapat mengembangkan beberapa program unggulan seperti Desa Mandiri Energi Berbasis PLTS; PLTS Atap untuk kantor pemerintahan dan sekolah; pompa air tenaga surya untuk pertanian; pelatihan teknisi PLTS bagi pencari kerja; pengembangan UMKM berbasis energi terbarukan; dan ntegrasi energi surya dengan sektor pariwisata dan pertanian. Program-program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan energi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki peluang besar menjadi pelopor pengembangan energi surya di Bali. Dengan dukungan sinar matahari yang melimpah, wilayah pedesaan yang luas, serta meningkatnya kebutuhan energi ramah lingkungan, pemanfaatan PLTS dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi biaya energi, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, energi surya dapat menjadi motor penggerak menuju desa-desa yang mandiri energi, produktif, dan berdaya saing di masa depan.