Energi merupakan salah satu faktor
penting dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tuntutan penggunaan energi yang
ramah lingkungan, pemanfaatan energi surya menjadi salah satu solusi yang
paling menjanjikan, khususnya bagi wilayah pedesaan. Kabupaten Buleleng, yang
memiliki wilayah luas dan intensitas penyinaran matahari yang tinggi sepanjang
tahun, memiliki peluang besar untuk mengembangkan energi surya sebagai sumber
energi masa depan.
Indonesia sebagai negara tropis
mendapatkan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Energi surya merupakan
sumber energi terbarukan yang bersih, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca,
serta dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat melalui teknologi Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Beberapa keunggulan energi surya
antara lain ramah lingkungan dan berkelanjutan, dapat mengurangi ketergantungan
pada bahan bakar fosil, menekan biaya listrik dalam jangka panjang, dapat
diterapkan pada skala rumah tangga maupun fasilitas publik, serta cocok untuk
daerah yang jauh dari pusat jaringan listrik.
Bali memiliki potensi energi surya
yang sangat besar. Berdasarkan kajian yang digunakan Pemerintah Provinsi Bali
dan Institute for Essential Services
Reform (IESR), potensi energi surya Bali diperkirakan mencapai sekitar 22
GW, namun pemanfaatannya saat ini masih sangat kecil dibandingkan potensi yang
tersedia. Kabupaten Buleleng menjadi salah satu daerah yang sangat prospektif
karena memiliki wilayah yang luas dengan banyak area terbuka, intensitas
penyinaran matahari relatif tinggi sepanjang tahun, banyak desa yang dapat
memanfaatkan PLTS untuk fasilitas umum, pertanian, perikanan, dan usaha mikro,
serta memiliki garis pantai yang panjang serta kawasan pedesaan yang
membutuhkan solusi energi berkelanjutan. Keseriusan pengembangan energi surya
di Buleleng terlihat dari ditetapkannya Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt,
sebagai salah satu lokasi percontohan desa berbasis energi terbarukan di Bali
melalui pemasangan PLTS atap yang diresmikan pada tahun 2025.
Manfaat Energi Surya bagi
Desa di Buleleng antara lain pertama:
mendukung pelayanan publik desa (PLTS dapat dipasang pada kantor desa,
balai banjar, puskesmas pembantu, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya.
Penggunaan listrik dari energi surya dapat mengurangi biaya operasional desa
dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat); kedua: mendukung sektor pertanian
(Buleleng memiliki sektor pertanian yang kuat, mulai dari hortikultura,
perkebunan hingga tanaman pangan. Energi surya dapat dimanfaatkan untuk pompa
irigasi tenaga surya, sistem penyiraman otomatis, pengering hasil pertanian,
serta penyimpanan hasil panen dengan pendingin bertenaga surya. Dengan
demikian, biaya produksi petani dapat ditekan dan produktivitas meningkat); ketiga: mendukung sektor perikanan (wilayah pesisir Buleleng memiliki
potensi perikanan yang besar. Energi surya dapat digunakan untuk mesin pembuat
es, cold storage skala kecil, penerangan pelabuhan dan kelompok nelayan, serta
sistem aerasi pada budidaya ikan). keempat:
mendorong ekonomi desa (ketersediaan
energi yang lebih murah dan stabil dapat membantu berkembangnya UMKM desa
seperti industri pengolahan hasil pertanian, kerajinan rumah tangga, warung dan
usaha perdagangan, serta usaha wisata desa).
Walaupun memiliki potensi besar, pengembangan energi surya masih
menghadapi beberapa tantangan, antara lain investasi awal pemasangan PLTS yang
relatif tinggi, keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai teknologi energi
surya, kebutuhan tenaga teknis untuk pemasangan dan pemeliharaan, serta perlunya
dukungan pembiayaan dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu diperlukan
kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat
agar pemanfaatan energi surya dapat berkembang lebih cepat.
Ke depan, Kabupaten Buleleng dapat
mengembangkan beberapa program unggulan seperti Desa Mandiri Energi Berbasis
PLTS; PLTS Atap untuk kantor pemerintahan dan sekolah; pompa air tenaga surya
untuk pertanian; pelatihan teknisi PLTS bagi pencari kerja; pengembangan UMKM
berbasis energi terbarukan; dan ntegrasi energi surya dengan sektor pariwisata
dan pertanian. Program-program tersebut tidak hanya mendukung ketahanan energi
daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di bidang energi terbarukan.
Berdasarkan uraian di atas maka
dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Buleleng memiliki peluang besar menjadi
pelopor pengembangan energi surya di Bali. Dengan dukungan sinar matahari yang
melimpah, wilayah pedesaan yang luas, serta meningkatnya kebutuhan energi ramah
lingkungan, pemanfaatan PLTS dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat, mengurangi biaya energi, dan mendukung pembangunan
berkelanjutan. Melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, energi
surya dapat menjadi motor penggerak menuju desa-desa yang mandiri energi,
produktif, dan berdaya saing di masa depan.