Program transmigrasi merupakan salah satuprogram pemerintah yang bertujuan untukpemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pengembangan wilayah melalui perpindahan penduduk ke kawasan transmigrasi yang telah disiapkan. Program ini diharapkan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan lahan usaha dan fasilitas pendukung lainnya.
Dalam pelaksanaanprogram transmigrasi, keberhasilan pencapaia ntarget sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan partisipasi masyarakat. Masyarakat yang memahami manfaat dan mekanisme program transmigrasi akan lebih terbuka untuk mengikutiprogram tersebut. Oleh karena itu, edukasi dan penyebarluasan informasi yang efektif menjadifaktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program transmigrasi. Namun demikian, kondisi saat ini di Kabupaten Buleleng menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terkait program transmigrasi masih rendah. Hal ini terlihat dari minimnya partisipasimasyarakat dalam kegiatan penyuluhan transmigrasi. Dari target peserta sebanyak 20 orang, rata-rata masyarakat yang hadir hanya sebanyak 5 orang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan belum mampu menarik perhatian masyarakat secara optimal. Selain rendahnya tingkat partisipasi dalam penyuluhan, informasi mengenai program transmigrasi juga masih kurang tersebar luas di masyarakat. Dampak dari kondisi tersebut terlihatpada belum terpenuhinya target pendaftaran calon transmigran, dimana target sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) dalam satu tahun belum dapat tercapai. Rendahnya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa masyarakat belum memperoleh informasi yang memadai mengenai persyaratan, prosedur, fasilitas, serta peluang yang diperoleh melalui program transmigrasi.
Permasalahan lainnya adalah rendahnya animo masyarakat terhadap program transmigrasi. Hal inidisebabkan oleh kurang optimalnya pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi dan promosi program transmigrasi. Selain itu, belum adanya penyampaian testimoni atau kisah sukses warga transmigrasi yang telah berhasil di lokasitransmigrasi menyebabkan masyarakat belum memiliki gambaran nyata mengenai manfaat dan peluang peningkatan kesejahteraan melalui program tersebut.
Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada rendahnya capaian target program transmigrasi di Kabupaten Buleleng serta menurunnya minat masyarakat terhadap program pemerintah yang sebenarnya memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi pelayanan yang mampu meningkatkan edukasi, akses informasi, dan minat masyarakat terhadap program transmigrasi secara lebih efektif, menarik, dan mudah dijangkau.
Oleh karena itu, dirancang aksi perubahan dengan judul LENTERA TRANS (Layanan Edukasi dan Tata Penempatan Transmigrasi) di Desa dan Kelurahan Kabupaten Buleleng. LENTERA TRANS merupakan inovasi pelayanan yang berfokus pada peningkatan edukasi dan penyebarluasan informasi transmigrasi melalui pendekatan langsung ke desa dan kelurahan, pemanfaatan media digital, serta penyampaian testimoni keberhasilan warga transmigrasi.
Melalui aksi perubahan ini diharapkan masyarakat dapat lebih memahami program transmigrasi, kuota pendaftaran calon transmigran dapat terpenuhi, serta meningkatnya animo masyarakat untuk mengikuti program transmigrasi sebagai salah satu alternatif peningkatan kesejahteraan keluarga.