Penulis: Putu Arimbawa
Disnakertrans ESDM Kab. Buleleng
Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII
Tahun 2026 resmi dibuka pada 13 Juni 2026 dan akan berlangsung selama satu
bulan hingga 11 Juli 2026. Mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha
Parisudha”, PKB menghadirkan ribuan seniman, budayawan, pelaku UMKM, dan
masyarakat dari seluruh Bali dalam berbagai kegiatan seni, budaya, pameran,
lomba, dan sarasehan (NusaBali.com:13
Juni 2026).
Bagi sebagian masyarakat, PKB
mungkin dipandang sebagai agenda pelestarian budaya semata. Namun jika dilihat
dari perspektif ketenagakerjaan, PKB sesungguhnya memiliki kontribusi yang
sangat besar terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan
masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif Bali.
Pesta Kesenian Bali membuktikan
bahwa seni dan budaya bukan hanya warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi
juga sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja. Dikutip dari detikBali, 13 Juni 2026, ribuan seniman
yang terlibat dalam pawai, pementasan, lomba, dan pameran memperoleh kesempatan
bekerja dan berkarya. Mereka terdiri dari penari, penabuh gamelan, dalang,
seniman rupa, penulis naskah, koreografer, perajin kostum, hingga teknisi
panggung. Bahkan jauh sebelum acara berlangsung, aktivitas ekonomi sudah
bergerak melalui proses persiapan seperti: pembuatan kostum dan busana adat; produksi
perlengkapan pementasan; penyewaan alat musik; pembuatan dekorasi dan properti
seni; serta jasa dokumentasi dan publikasi. Seluruh kegiatan tersebut
menciptakan peluang kerja bagi banyak masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir,
ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dan berkembang di
tengah perubahan ekonomi global. Selain seni dan budaya, PKB merupakan etalase
terbesar ekonomi kreatif Bali. Melalui pameran, festival kuliner, pameran
kerajinan, dan berbagai kegiatan pendukung, para pelaku usaha mikro dan kecil
memperoleh ruang promosi yang sangat luas. Produk-produk yang mendapatkan
manfaat antara lain: kerajinan ukir; tenun dan endek Bali; perhiasan
tradisional; kuliner khas Bali; produk seni rupa; serta produk-produk kreatif berbasis
budaya lokal. Kegiatan ini menciptakan efek berantai yang meningkatkan
permintaan tenaga kerja pada sektor produksi, pemasaran, distribusi, hingga
pelayanan konsumen.
Pesta Kesenian Bali juga memiliki
hubungan erat dengan sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung
ekonomi Bali. Selama penyelenggaraan PKB, wisatawan domestik maupun mancanegara
datang untuk menyaksikan berbagai pertunjukan budaya. Kehadiran mereka
meningkatkan okupansi hotel, kunjungan restoran, penggunaan transportasi,
hingga penjualan produk UMKM (INSTIKI: 9
Juni 2026). Akibatnya, peluang kerja meningkat pada sektor: perhotelan;
restoran dan kuliner; transportasi; pemandu wisata; event organizer; industri
kreatif digital; serta perdagangan. Dengan kata lain, setiap pertunjukan seni
yang ditampilkan di PKB turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat Bali.
PKB juga berfungsi sebagai ruang
pembelajaran dan regenerasi tenaga kerja kreatif. Banyak pelajar, mahasiswa,
dan generasi muda yang terlibat dalam persiapan maupun pelaksanaan PKB. Mereka
belajar tentang manajemen pertunjukan, produksi seni, pemasaran budaya, kerja
tim, hingga penggunaan teknologi dalam promosi budaya. Kompetensi tersebut
sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini, terutama pada sektor: industri
kreatif; pariwisata; event management; media digital; dan kewirausahaan budaya.
Dengan demikian, PKB tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga menyiapkan
sumber daya manusia yang kompeten.
Dari perspektif ketenagakerjaan, PKB
dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk:
1.
Mempromosikan profesi dan karier di
sektor ekonomi kreatif.
2.
Memfasilitasi sertifikasi kompetensi
bagi pekerja seni dan budaya.
3.
Menyelenggarakan job fair sektor
pariwisata dan ekonomi kreatif.
4.
Mendorong kewirausahaan berbasis
budaya lokal.
5.
Memperkuat pelatihan kerja yang
mendukung industri kreatif dan hospitality.
6.
Menghubungkan LPK dengan kebutuhan
industri pariwisata dan event budaya.
Langkah ini akan memperkuat posisi seni budaya sebagai salah satu sumber penciptaan lapangan kerja di Bali.
“Pesta Kesenian Bali bukan sekadar panggung pertunjukan seni.
PKB merupakan penggerak ekonomi rakyat yang menciptakan peluang kerja,
meningkatkan pendapatan masyarakat, mengembangkan ekonomi kreatif, serta
memperkuat daya saing pariwisata Bali. Dalam konteks pembangunan
ketenagakerjaan, PKB menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan penciptaan
lapangan kerja bukanlah dua hal yang terpisah. Justru keduanya saling
menguatkan. Ketika seni dan budaya tumbuh, kesempatan kerja pun berkembang. Dan
ketika masyarakat memperoleh penghidupan yang layak dari budaya, maka warisan
leluhur akan semakin lestari dari generasi ke generasi”.