Singaraja, 11 Juni 2026 – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans dan ESDM) Kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Kasubag Umum dan Keuangan, Ni Wayan Sri Utari, S.E., bersama Perencana Muda menghadiri kegiatan Exit Meeting dan Penyampaian Notisi Hasil Evaluasi yang dilaksanakan pada Kamis (11/6/2026) bertempat di Ruang Rapat Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan evaluasi oleh Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali terkait Evaluasi Perlindungan Sosial Melalui Pengurangan Beban dan Peningkatan Pendapatan (Kartu Kesejahteraan dan Kartu Usaha Afirmatif) Triwulan II Tahun 2026 serta Evaluasi Tata Kelola Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Triwulan II Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng.
Rapat dipimpin oleh perwakilan BPKP Provinsi Bali bersama Inspektorat Daerah Kabupaten Buleleng dan dihadiri oleh perangkat daerah terkait. Dalam penyampaian hasil evaluasi, ditegaskan pentingnya pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan yang tepat sasaran, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Disnakertrans dan ESDM Kabupaten Buleleng merupakan salah satu perangkat daerah yang berperan dalam menunjang program pembangunan daerah, terutama dalam mendukung kebangkitan ekonomi masyarakat dan menekan angka kemiskinan melalui berbagai program ketenagakerjaan.
Sesuai tugas dan fungsinya, Disnakertrans dan ESDM berkontribusi melalui penyelenggaraan program pelatihan kerja yang bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan masyarakat sehingga memiliki kesempatan kerja yang lebih baik maupun mampu berwirausaha secara mandiri.
Selain itu, hasil pelatihan diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian bantuan peralatan sesuai kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta untuk mengembangkan keterampilannya menjadi usaha produktif yang berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga.
Pada kesempatan tersebut juga ditekankan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat hendaknya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam hal ini, Dinas Sosial dan Bappeda Kabupaten Buleleng berperan sebagai koordinator dalam pemanfaatan dan sinkronisasi data sebagai dasar perencanaan program lintas sektor.
Melalui kegiatan exit meeting ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat semakin memperkuat sinergi dan pemanfaatan data yang terintegrasi dalam mendukung program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Buleleng.