Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Energi Sumber Daya Mineral

Monitoring Sumber Daya Mineral Energi Baru Terbarukan di Pemandian Air Panas Banjar

Admin disnakertransesdm | 21 Juli 2026 | 1177 kali

Selasa, 21 Juli 2026, Pengantar Kerja Ahli Muda Nyoman Arsiani, S.Sos., dan I Komang Suardana, S.H., bersama Kepala Seksi Energi Sumber Daya Mineral Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Buleleng Ida Ayu Ratna Patni, S.T., melaksanakan kegiatan monitoring sumber daya mineral energi baru terbarukan di kawasan Pemandian Air Panas Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melakukan pemantauan terhadap potensi sumber daya mineral dan energi panas bumi yang dimanfaatkan oleh masyarakat, sekaligus memastikan keberlanjutan pemanfaatannya sebagai objek wisata.

Pemandian Air Panas Banjar merupakan salah satu manifestasi panas bumi alami yang diduga berasal dari sistem panas bumi regional Bali Utara. Air panas yang muncul di lokasi ini terbentuk dari proses alami, yaitu air meteorik (air hujan) yang meresap ke dalam lapisan tanah dan batuan, kemudian mengalami pemanasan pada kedalaman akibat gradien panas bumi yang dipengaruhi oleh kondisi geologi vulkanik Pulau Bali. 

Selanjutnya, fluida panas tersebut bergerak naik ke permukaan melalui rekahan batuan hingga muncul sebagai mata air panas yang saat ini dimanfaatkan sebagai pemandian air hangat sekaligus menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Buleleng.

Dalam pelaksanaan monitoring dilakukan pengamatan terhadap kondisi fisik mata air, pengukuran suhu fluida, kondisi sarana dan prasarana, serta pemanfaatan sumber air oleh pengelola. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa lokasi Pemandian Air Panas Banjar memiliki akses yang mudah dijangkau, lingkungan sekitar terjaga kebersihannya, serta air panas masih keluar secara alami dan mengalir dengan baik ke kolam-kolam pemandian.

Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, suhu fluida tercatat sebesar 28°C, yang menunjukkan kondisi air bersuhu hangat dan aman untuk dimanfaatkan sebagai pemandian wisata. Selain itu, debit air terpantau relatif stabil sehingga mampu memenuhi kebutuhan operasional kolam pemandian. Sarana dan prasarana pendukung juga masih berada dalam kondisi baik dan layak digunakan untuk menunjang aktivitas wisata.

Secara keseluruhan, hasil monitoring menunjukkan bahwa sumber air panas di Pemandian Air Panas Banjar masih berada dalam kondisi baik dan layak dimanfaatkan sebagai objek wisata pemandian air hangat. Selama kegiatan monitoring tidak ditemukan adanya indikasi gangguan teknis, penurunan kualitas sumber air, maupun perubahan signifikan terhadap kondisi mata air panas. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya panas bumi di lokasi tersebut masih berlangsung secara optimal.

Melalui kegiatan monitoring ini diharapkan pengelolaan sumber daya mineral dan energi panas bumi di Kabupaten Buleleng dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek konservasi, keselamatan, dan kelestarian lingkungan, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat serta mendukung sektor pariwisata daerah.