Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Dan Energi Sumber Daya Mineral

Bahas Prosedur Evakuasi Disabilitas, Disnakertrans ESDM Buleleng Bersama OPD Ikuti Lokakarya BPBD.

Admin disnakertransesdm | 11 Agustus 2026 | 24 kali

Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya dengan memperkuat sistem perlindungan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan. Wujud nyata dari langkah inklusif tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Fungsional Perencana Ahli Muda dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Kabupaten Buleleng dalam agenda Lokakarya Forum Konsultasi Rencana Pembentukan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) BPBD Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang berlangsung secara komprehensif mulai pukul 09.30 hingga 16.00 WITA ini diselenggarakan di Banyualit Spa and Resort Lovina pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Forum ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, S.P., serta menghadirkan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali sebagai narasumber utama. Kegiatan strategis ini juga diikuti oleh jajaran perwakilan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bappeda, Dinas Pendidikan, Pemadam Kebakaran, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Penyelenggaraan lokakarya ini dirancang dengan tujuan utama untuk membangun sistem penanggulangan bencana yang ramah dan ramah disabilitas melalui pembentukan kelembagaan khusus di tingkat daerah. Forum konsultasi ini menjadi sarana krusial untuk menyusun kerangka kerja, mekanisme operasional, serta alokasi sumber daya antarperangkat daerah dalam menjamin keselamatan kelompok disabilitas. Secara mendasar, titik berat utama dari rencana pembentukan Tim ULD PB ini menitikberatkan pada kesiapan prosedur penanganan, penyelematan, serta efektivitas jalur evakuasi bagi penyandang disabilitas ketika situasi darurat atau bencana alam terjadi. Melalui pembentukan unit ini, setiap tahapan manajemen bencana mulai dari mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan dapat diakses secara merata dan tanpa diskriminasi.

Dalam pembahasan yang berlangsung interaktif sepanjang hari, para peserta dan pemangku kepentingan saling memberikan masukan sektoral untuk menyempurnakan struktur dan peran operasional tim yang akan dibentuk. Perencanaan yang terintegrasi antarorganisasi perangkat daerah dinilai menjadi kunci utama agar koordinasi lapangan saat bencana berjalan cepat dan tepat sasaran. Kehadiran perwakilan Fungsional Perencana Disnakertrans ESDM Buleleng beserta jajaran instansi teknis lainnya menegaskan komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menghadirkan tata kelola keilmuan penanggulangan bencana yang humanis, tangguh, dan menjunjung tinggi kesetaraan hak bagi seluruh warga masyarakat Buleleng.