Buleleng, Rabu, 21 Oktober 2026 — Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Buleleng melaksanakan kunjungan ke PT. Panji Muara Raya, perusahaan yang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) Muara Panji, berlokasi di Dusun Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.
Kunjungan tersebut diwakili oleh Kasi ESDM, bersama Pengantar Kerja Ahli Muda, dan staf, Rombongan didampingi oleh Kepala Dusun Banjar Anyar, Desa Sambangan, dan diterima langsung oleh Direktur Operasional PT. Panji Muara Raya, Bapak Salim Warisman, bersama Humas perusahaan, Bapak Nyoman Sumerta.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan memperoleh informasi mengenai operasional, kapasitas produksi listrik, serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan PLTM Muara Panji. Pembangkit ini mulai beroperasi pada 27 Oktober 2016 dan merupakan pembangkit listrik yang dimiliki serta dikelola sepenuhnya oleh pihak swasta.
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah pembangkit listrik skala kecil yang memanfaatkan aliran air untuk menghasilkan energi listrik. Sumber airnya dapat berasal dari sungai, saluran irigasi, atau mata air yang memiliki aliran dan perbedaan ketinggian yang cukup. Teknologi ini cocok diterapkan di daerah pedesaan yang memiliki sumber air mengalir sepanjang tahun, termasuk wilayah yang memiliki potensi sungai dan saluran irigasi.
PLTM Muara Panji berdiri di atas lahan seluas 65 are dengan menggunakan dua unit generator yang masing-masing memiliki kapasitas produksi sebesar 1,15 megawatt (MW). Dengan demikian, kapasitas produksi listrik maksimal mencapai 2,3 MW. Energi listrik yang dihasilkan selanjutnya dijual kepada PT PLN (Persero) berdasarkan perjanjian kerja sama dengan jangka waktu 15 tahun dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam operasionalnya, PLTM Muara Panji menggunakan sistem run-of-river, yaitu memanfaatkan aliran air sungai untuk menghasilkan energi listrik tanpa memerlukan pembangunan waduk besar. Namun, kondisi musim menjadi salah satu tantangan utama. Ketika terjadi musim kemarau panjang dan debit air menurun, produksi listrik juga mengalami penurunan, bahkan dapat mencapai sekitar 450 kilowatt (kW).
Dari aspek ketenagakerjaan, PT. Panji Muara Raya mempekerjakan sebanyak 21 orang pekerja, terdiri atas 20 laki-laki dan 1 perempuan. Seluruh pekerja telah didaftarkan dalam program jaminan sosial, meliputi tiga program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT), serta program BPJS Kesehatan.
Melalui kunjungan ini, Disnakertrans dan ESDM Kabupaten Buleleng memperoleh gambaran langsung mengenai pengelolaan energi listrik berbasis mikrohidro sekaligus kondisi ketenagakerjaan di perusahaan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya koordinasi dan pemantauan sektor energi serta perhatian terhadap pemenuhan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja di Kabupaten Buleleng.