Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM Kabupaten Buleleng tidak hanya berfokus pada penguatan keahlian teknis (hard skill), melainkan juga secara intensif membentuk karakter dan mentalitas para calon tenaga kerja. Komitmen tersebut dibuktikan melalui penyelenggaraan kelas pembekalan khusus yang membedah Materi Softskill Foundation Mentality Development (FMD) dengan mengangkat topik Psikologi dan Problem Solving. Agenda edukatif yang krusial ini digelar secara tatap muka pada hari Kamis, 9 Juli 2026.
Kegiatan pengembangan karakter ini menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Dr. Kadek Rai Suwena, S.Pd., M.Pd., seorang akademisi senior dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Sesi motivasi dan penguatan mental ini diikuti secara penuh oleh seluruh peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) dari dua bidang kejuruan strategis, yakni Menjahit Pakaian Wanita Dewasa serta Practical Office Advance.
Pelaksanaan kegiatan pembekalan soft skill ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan utama yang sangat fundamental bagi masa depan para pencari kerja. Pertama, kegiatan ini bertujuan untuk merevolusi pola pikir (mindset) peserta agar memiliki ketahanan mental, kedisiplinan, dan motivasi kerja yang kuat sebelum terjun ke industri. Kedua, materi problem solving ini bertujuan untuk melatih kepekaan psikologis peserta agar mampu berpikir kritis, mengelola stres, dan mencari solusi terbaik secara mandiri saat menghadapi konflik maupun tekanan di lingkungan kerja. Pada akhirnya, tujuan akhir dari agenda ini adalah untuk menyelaraskan karakter personal peserta dengan budaya kerja profesional, sehingga mereka tidak hanya terampil memegang alat kerja tetapi juga cerdas secara emosional.
Dalam pemaparannya yang interaktif, Dr. Kadek Rai Suwena memberikan pandangan baru (insight) yang membuka mata para peserta mengenai peta kebutuhan dunia industri modern saat ini. Beliau menekankan pentingnya penyesuaian kompetensi dengan standar pasar kerja yang dinamis. Secara spesifik, beliau menyatakan bahwa untuk dapat bertahan dan sukses, setiap tenaga kerja harus mampu menjadi sosok yang spesial, unik, dan memiliki nilai tawar tinggi di bidang keahlian masing-masing. Peserta pelatihan juga diingatkan untuk bersungguh-sungguh memanfaatkan fasilitas dan menyerap seluruh ilmu di UPTD BLK, karena keseriusan hari ini akan menjadi kunci utama yang menentukan tingkat keterserapan kerja (employability) mereka setelah lulus nanti.
Suasana kelas berlangsung sangat hidup dan dinamis. Sesi pemaparan materi bertransformasi menjadi ruang diskusi dua arah yang komunikatif, di mana para peserta secara aktif merespons penjelasan pembicara dengan mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar tantangan hubungan antara kebutuhan industri dan kompetensi kerja riil. Melalui pembekalan komprehensif ini, UPTD BLK Kabupaten Buleleng berharap para lulusan pelatihan tidak hanya menjadi pekerja yang cakap secara teknis, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi berkarakter unggul yang siap menghadapi ketatnya persaingan pasar kerja nasional.